Wednesday, December 12, 2018

"Motivasi Berbahasa Asing"

Image result for indo vs barat

Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya akan keragaman berbahasa dalam berbagai budaya yang ada. Tentunya sebagai bagaian dari bangsa ini kita sebagai masyarakatnya memiliki kesempatan besar akan pengetahuan mengenai berbagai bahasa yang ada di Negara kita sendiri. Jika kita sebagai anak muda saat ini melihat keadaan yang ada maka kemungkinan kita akan memberikan persepsi yang sama mengenai hal ini, yakni sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia sendiri yang bahkan tidak mengenal budaya dan bahasanya sendiri (bahasa daerah asal kelahirannya).
            Salah satu contonya adalah diri saya sendiri, untuk itulah sebenarnya saya menuliskan hal ini untuk dapat berbagi sedikit pengalaman saya dengan para pembaca yang ada. Saya berasal dari dari keluarga berdarah Batak yang tinggal di Medan. Namun, meskipun lahir dan sampai saat ini saya besar di Medan, saya masih tidak mampu berbahasa Batak dengan fasih, padahal ada banyak masyarakat kota Medan yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Batak tersebut termasuk yang paling menonjol adalah logat dan khasnya bahasa Batak orang Medan. Tetapi, pada diri saya sendiri sembari saya menjalani pendidikan saya yakni hidup di era revolusi 4.0 dimana perkembangan zaman semakin pesat dan seluruhnya terbantu oleh teknologi yang canggih saat ini, termasuk koneksi kita yang memungkinkan berhubungan dengan berbagai orang diseluruh dunia kapan saja dan dimana saja, sehingga hal tersebut membuat kita semakin mudah dan semakin terpengaruh dengan budaya masyarakat luar / asing.
            Salah satunya yang dapat kita lihat dengan nyata saat ini adalah maraknya gaya hidup dengan ala korea dan ala barat / kebarat-baratan. Baik dari segi penampilan / fashion korea dan funky casual ala budaya barat, selain itu juga sangat terasa dalam etika anak muda masa kini yang sudah tidak seperti dulu yang lebih menjunjung kesopanan bukan kebebasan bertindak. Selain itu adalah bahasa yakni sudah berkembang sedari dulunya salah satunya paling terasa dalam bidang pendidikan dimana sejak beberapa tahun lalu sudah banyak sekolah yang berdiri dengan gaya “internasional” kemudian menggunakan kajian bilingual dalam sistem pendidikannnya. Hal ini memang baik untuk memperkaya pengetahuan anak muda namun juga memberikan dampak buruk oleh karena tidak seimbangnya lagi motivasi untuk mempelajari budaya orang asing dibandingkan budaya kita sendiri.
            Teori Dornyei (2001:7) "the term 'motivation' menyatakan bahwa bagi para pengajar bahasa bahwasanya tingkat motivasi murid mereka dilihat dari seberapa besar murid mereka tertarik untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas dikelas. Namun mungkin bagi murid mereka motivasi mereka belajar suatu bahasa adalah karena bahasa tersebut sepertinya menarik dalam suatu budaya tertentu atau tertarik karena berguna untuk karir mereka nantinya (Schmidt, 2014)
            Kemudian pada Teori oleh psikolog sosial yakni Robert Gardner & Wallace Lambert mengenai "motivational factor" mempengaruhi pencapaian bahasa kedua,  yakni dengan konsep integrative orientation and instrumental orientation, yang pada konsep integrative motive Gardner membuat model socio-educational. Namun, pada akhirnya konsep Gardner mengenai integrativeness dihubungkan oleh Dornyei yang menggunakan konsep "ideal L2 self" yakni motivasi integratif dari tujuan murid untuk menjadi seseorang dari target komunitas bahasa menuju kepada tujuan murid untuk mengembangkan diri mereka sehingga semakin dekat "ideal self" mereka (Schmidt, 2014)
            Saat ini kita sebagai generasi milenial dapat melihat dengan nyata bahwa banyak dari kita yang melupakan kebudayaan dan bahasa dari asalnya sendiri. Seperti sebuah hasil dari penelitian mengenai motivasi dari pelajar di Australia untuk mempelajari bahasa Jerman oleh Schmidt yang memberikan keterangan yaitu adanya "motivational influemces" yang membuat murid memilih Jerman sebagai bagian dari pendidikan mereka. Kemudian dari hal tesebut diperoleh 3 faktor motivasi mengenai mempelajari bahasa Jerman ; 1. Ketertarikan umum terhadap bahasa Jerman yang berkaitan dengan budaya yang menyenangkan, dan apreasiasi yang diterima karena mampu mempelajari berbagai bahasa 2. Keinginan untuk dapat berkomunikasi bahasa Jerman ketika bekerja,belajar, atau travelling ke Jerman 3. Bahasa Jerman menjadi bahasa yang penting dalam dunia bisnis yang dapat memberi keuntungan  professional (Schmidt, 2014)
            Mempelajari bagian dari budaya orang lain adalah baik dan mungkin memang memberikan kegunaan ataupun kepuasan tersendiri pada masing-masing orang, namun terutama adalah harus mengenal budayanya sendiri terlebih dahulu agar kita tidak kehilangan identitas diri kita dimasa revolusi teknologi saat ini yang mau tidak mau menarik kita untuk ikut hidup dengan mudah dan instan dalam menerima dan mempelajari segala hal yang ingin kita ketahui.

Schmidt, G. (2014). Personal growth as a strong element in the motivation of Australian university students to learn German. Australian Review of Applied Linguistics, 37(2), 145–160. https://doi.org/10.1075/aral.37.2.04sch

18 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Cukup menarik nihh tulisannya, makasih yaa

    ReplyDelete
  3. Tulisannya sangat membantu min. Terimakasih

    ReplyDelete
  4. Cukup mantap, sangat mantap, mantaaapp kaleeee

    ReplyDelete
  5. Nih cocok buat yg belum jago bahasa asing.. bagus min

    ReplyDelete
  6. Thank you for your info, salute!

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete